Jam berdetak 12 kali. Teng…tteng…teng…teng..teng…teng…..teng…teng teng teng teng teng . aku terbangun dari lelapku. Fiuhh, gerah malam ini. Tapi, mana dia? Kala, dimana Kala?. Huhh..ternyata hanya mimpi. Apakah aku terlalu mendamba? Sampai kuciptakan sendiri tokoh impianku? Tapi, aku benar-benar ingin seeorang itu. Kala, ya..tokoh khayalan yang selalu aku bayangkan sebelum aku tercebur kealam mimpiku. Malam ini pun aku kembali memimpikan sosok itu. Ah! Apa yang harus kulakukan? Ingin kutepis khayalan-khayalan konyol ini. Tapi, aku tak bisa memungkiri kalau aku benar-benar menginginkan sosok itu hadir di kehidupanku. Kala, cowok misterius tapi baik, cerdas, dewasa tapi asyik diajak bercanda, apalagi didukung tampang yang bisa membuat para kaum hawa terpesona. Mungkin ini terlalu perfect tapi, setidaknya 80% dari yang kuinginkan, ada!.
Malam ini aku terlalu cepat memejamkan mata dan sekarang, I can’t close my eyes more. Kulirik mukenah disebelah. Ku ambil wudhu, kuputuskan mengadu pada yang Esa.
=== Di sekolah
“Pagi semua!. Hari ini kita ulangan.”
“huuuuuuuuuuuu”. Sontak semua murid berseru menolak.
Ya, fenomena yang dekat dengan kita bukan? Para murid. Selalu elergi dengan kata ULANGAN. Mendadak pula!. Di kelasku, mungkin hanya aku yang menyukai kata uLANGAN ini karena aku termasuk siswi yang kegemarannya nggak lain and nggak bukan BELEJAR!. Eiitts, tapi rumus ini hanya berlaku untuk dua mata pelajaran saja. Bahasia Indonesia And English.
“La, gimana ulangan tadi? Sukses?”Tanya sifa, teman seperjuanganku.
“sukses dong!”
“sukses apa ni sekarang? Curigation aku!”
“ Sukses Gagalnya. Hahahahaha”.
“hahahaha ,Dasar Ella duduls!”
Gelak tawa kami pun membahana di seantero kelas. Jelas saja aku gagal mata pelajaran yang gak ada ceritanya, soalnya singkat dan Angka adalah isinya, menyebalkan!
Bel pulang sekolah menggema. Seantero penduduk sekolah sibuk menyiapkan diri untuk balik ke home masing-masing.
“La, aku duluan ya. Udah ditunggu soalnya.”Sifa said.
“Ok dech, take care ya”.
Ya, sebulan yang lalu Dimas menyatakan unek-unek dihatinya ke sifa. Dan jadilah mereka sepasang kekasih yang saling mengasihi.^_^
“La, mau bareng nggak?” Ajak agus teman sekelasku.
“Thanks Gus. Aku mau mampir ke toko buku dulu dech kyaknya.”
“Ow…yo wes lah. Agus nan ganteng ini duluan ya”.
“ganteng, genteng kali?”
“Hahahaha…….” tawa kami bersamaan.
Kulangkahkan kaki keluar lingkungan sekolah menuju halte bis tempat aku biasa menunggu kendaraan idolaku.
“Assalamualaikum”
“Waalaikumsalam”
“La, koq jam segini baru balik, nyerong kemana?”Tanya my beloved mom.
“Mampir ke toko buku dulu tadi bun.”
“Udah makan La?”
“belum ni bun”.
“ya udah ganti baju sana, terus makan siang? Kamu gimana sih La, jam segini belum makan siang.Nanti kalau mag kamu kambuh gimana? ”.
Aku beringsut kekamar dan jawaban dari pertanyaan bunda untuk soal yang satu ini tak pernah kuhiraukan. Bener sich kata bunda kalau nanti mag ku kambuh aku bakalan repot, apalagi bunda. Ya,mau gimana lagi kalau udah ke toko buku aku suka lupa waktu. ^_^
==sementara itu, di kehidupan yang lain…===
“Bro, lu jadi ikut balapan kan?”
“Yo’I la sob. “
“Ga, lu kok gak kapok2?bolak balik masuk rumah sakit, patah dimana-mana masih tetep aja lu nekad balapan lagi”
“Heh yu, lu koq jadi cerewet ?kayak nyokap gue aza lu! Atau lu sekarang mau, jadii nyokap gue?”
“Ish. Najis eke bo’ jadi nyokap lo”
hAhAhAhA….mereka bersamaan.
“bisa aja lu rul, cabut yuk”
Balap Liar . Itulah hobi Arga Perdana. Untuk kaula muda, ini sich kesenangan yang sering dilakukan tapi bagi gue, Arga! Ini merupakan bentuk pelampiasan emosi gue yang kalau nggak gue salurkan akan menambah daftar dibuku hitamku. Dari narkoba dan jadi pemasoknya pun pernah gue lakuin. Tapi sekarang, gue lebih memilih balapan. Karena, kalau ingin rusak ya rusak aja, jangan libatkan orang lain, pikirku sok dewasa.(bukannya balap liar itu juga ngebahayain orang lain ya???)
Seperti biasa hari ini gue balapan bareng si Lara. Satu- satunya dari koleksi pacar milikku yang berani duduk dibelakangku untuk beradu kecepatan dan menembus angin di sepersekian detik. Lara Pacarku di hari Kamis. Sorry sob, dengan tampang cakep + tajir , dengan mudahnya kutaklukan para kaum hawa itu. Perselingkuhan kulakukan dimana-mana. Nggak punya hati? Ada dong kalau gak, udah mati kali gue.
Hari ini hari terakhi gue di Bali. Bokap bakal pindah tugas sementara di Jakarta sekaligus ngurus kerjaan bokap yang baru. Dia bakal jadi diplomat di Inggris untuk Indonesia. Kemungkinan nyokap bakalan ikut bokap pindah,. Dan gue, sampai detik ini belum mutusin apa-apa. Seminggu ini yang gue lakuin cuman menghabiskan uang bokap buat pacaran. Gue pikir Gak ada salahnya nikmatin sisa hari di Bali bareng cewek-cewek cantik Bali. Lisa, Mili, Sarah, Lara, Fani, Sheila, and Vira. Daftar nama pacar gue yang di urutin dari hari senin ampe minggu.
Gue bener-bener nggak bisa liat cewek cantik. Makhluk Tuhan ini bener-bener sangat indah dan jumlahnya? Nggak dikit bro. Sayangkan kalau dianggurin. Dari pacar-pacar gue itu gue masih juga selingkuh. Mulai dari lirikan mata, ampe kemana-mana. Ya, jurus-jurus yang gue punya pun gue keluarin dech buat naklukin makhluk paling indah itu. Cap playboy pun telah melekat erat di gue.
Ok dech Bro hari ini cukup ya. BYE Diary.
Gue shutdown dech laptop gue tercinta. Aneh memang, cowok punya Diary. Tapi kebiasaan ini hanya Arga Perdana yang tau. Prepare buat balap terakhir di Bali diurusin ma si Bayu. Ngapain lagi ni Gue. Enaknya ngapain ya? Gangguin sich Mei ah.
Mei, tetangga yang amat sangat malu bin pendiem. Gue suka godain dia soalnya pipi merahnya itu lho kalau lagi malu..ckckckck…
Kulangkahkan kaki ke rumah sebelah. Kutekan Bel dan…..
“Maaf tante ganggu. Mei nya ada tan?”
“Oh, Arga. Masuk-masuk. Mei ada tuch dikamar. Sebentar ya tante panggilin”.
“Mei, ada Arga tuch.” Teriak tante ira kekamar Mei.
“hai Mei”sapaku
“hai juga Arga” jawabnya malu-malu
“Gak kemana-mana nech?”
“Nggak”
“kamu kayaknya beda Mei malam ne?”(kalau ngomong ma Mei, ilang tuch lu, Gue. Katanya kurang sopan kalau pake sapaan itu)
“Beda apanya?”
“ apa ya.. Ada sesuatu didiri kamu yang buat kamu lebih gimana gitu”
“Gimana, gimana?”
“Hmmmm, kamu terlihat natural and cantik!”
Dan…reaksi yang kutunggu-tunggu muncullah kepermukaan. Pipinya merona!
“hhmmmm, di luar cuacanya kayaknya bagus, Mei. Bakal lebih bagus lagi kalau senyum kamu mengiasi itu semua”
Sekali lagi pipi itu merona dan, Senyum tipis pun tampak terlihat diwajahnya.
“Kita jalan yuk?”. Ajakku tanpa basa-basi.
“kemana?”
“ya kemana aja” jawabkau sekenanya
“Yuk!Mei, ganti baju dulu ya.
Tuenggggg! Mati Gue! Gak biasanya ni anak mau gue ajak keluar. Sekarang Mati dech Gue. Dua jam lagi balap dimulai. 1 jam sebelum balapan gue harus kerumah bayu dulu lagi. Biasa,buat pengecekan terakhir motor Gue. Gimana nech?....(gelisahku dalam hati)
Buru-buru panggil mei.
“Mei…”
“ya?” mei mengehentikan langkahnya.
“Jalan-jalannya besok aza gimana? Soalnya aku harus pergi sekarang. Aku baru ingat kalau ada janji ma temen. Gak pa pa ya?..besok?”
“ya udah gak pa-pa”.
“thanks ya, aku pamit ya, salam ma mama kamu bye”.
Balapan kali ini cukup banyak yang ikut. Ada 6 orang. Tapi, yang jadi juara tetep guelah, Arga Perdana nan ganteng ini.hohohoho.
To be continued……………
Tidak ada komentar:
Posting Komentar