Menarikan pena pada tempatnya
Goreskan bermacam warna
Begitu ia terlihat indah dengan segalanya
Torehkan yang tak bisa terucap
Berisi untaian rasa dan peristiwa
sebagai teman pengukir wajah yang tersembunyi entah mengapa
Hmmm. . .
Berhias rahasia,
megungkap kisah yang tak pernah tersadar oleh siapa
Kamis, 03 November 2011
Tiga Pertanyaan
Ada seorang pemuda yang lama sekolah di negeri Sam kembali ke tanah air. Sesampainya di rumah ia meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang Guru agama, siapapun yang boleh menjawab 3 pertanyaannya. Akhirnya Orang tua pemuda itu mendapatkan orang tersebut.
“Anda siapa? Dan apakah boleh anda menjawab pertanyaan-pertanyaan saya?” Pemuda bertanya. “Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya saya akan menjawab pertanyaan saudara.” Jawab Guru Agama. “Anda yakin? sedang Profesor dan banyak orang pintar saja tidak mampu menjawab pertanyaan saya.” Jawab Guru Agama “Saya akan mencuba sejauh kemampuan saya”
Pemuda : “Saya punya 3 pertanyaan;
1. Kalau memang Tuhan itu ada, tunjukan kewujudan Tuhan kepada saya
2. Apakah yang dimaksudkan dengan takdir?
3. Kalau syaitan diciptakan dari api kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat dari api?, tentu tidak menyakitkan buat syaitan, sebab mereka memiliki unsur yang sama.
Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh itu?”
Tiba-tiba Guru Agama tersebut menampar pipi si Pemuda dengan kuat. Sambil menahan kesakitan pemuda berkata “Kenapa anda marah kepada saya?” Jawab Guru Agama “Saya tidak marah… Tamparan itu adalah jawapan saya kepada 3 pertanyaan yang anda ajukan kepada saya”.
“Saya sungguh-sungguh tidak faham”, kata pemuda itu. Guru Agama bertanya “Bagaimana rasanya tamparan saya?”. “Tentu saja saya merasakan sakit”, jawab beliau. Guru Agama bertanya ” Jadi anda percaya bahawa sakit itu ada?”. Pemuda itu mengangguk tanda percaya. Guru Agama bertanya lagi, “Tunjukan pada saya wujud sakit itu!” “ Tak boleh”, jawap pemuda. “Itulah jawapan pertanyaan pertama: kita semua merasakan kewujudan Tuhan tanpa mampu melihat wujudnya.” Terang Guru Agama.
Guru Agama bertanya lagi, “Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya?”. “Tidak” jawab pemuda. “Apakah pernah terfikir oleh anda akan menerima sebuah tamparan dari saya hari ini?” “Tidak” jawab pemuda. “Itulah yang dinamakan Takdir” Terang Guru Agama.
Guru Agama bertanya lagi, “Diperbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar anda?”. “kulit”. Jawab pemuda. “Pipi anda diperbuat dari apa?” “ Kulit “ Jawab pemuda. “Bagaimana rasanya tamparan saya?”. “Sakit.” Jawab pemuda. “Walaupun Syaitan terbuat dari api dan Neraka terbuat dari api, jika Tuhan berkehendak maka Neraka akan menjadi tempat menyakitkan untuk syaitan.” Terang Guru Agama.
“Anda siapa? Dan apakah boleh anda menjawab pertanyaan-pertanyaan saya?” Pemuda bertanya. “Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya saya akan menjawab pertanyaan saudara.” Jawab Guru Agama. “Anda yakin? sedang Profesor dan banyak orang pintar saja tidak mampu menjawab pertanyaan saya.” Jawab Guru Agama “Saya akan mencuba sejauh kemampuan saya”
Pemuda : “Saya punya 3 pertanyaan;
1. Kalau memang Tuhan itu ada, tunjukan kewujudan Tuhan kepada saya
2. Apakah yang dimaksudkan dengan takdir?
3. Kalau syaitan diciptakan dari api kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat dari api?, tentu tidak menyakitkan buat syaitan, sebab mereka memiliki unsur yang sama.
Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh itu?”
Tiba-tiba Guru Agama tersebut menampar pipi si Pemuda dengan kuat. Sambil menahan kesakitan pemuda berkata “Kenapa anda marah kepada saya?” Jawab Guru Agama “Saya tidak marah… Tamparan itu adalah jawapan saya kepada 3 pertanyaan yang anda ajukan kepada saya”.
“Saya sungguh-sungguh tidak faham”, kata pemuda itu. Guru Agama bertanya “Bagaimana rasanya tamparan saya?”. “Tentu saja saya merasakan sakit”, jawab beliau. Guru Agama bertanya ” Jadi anda percaya bahawa sakit itu ada?”. Pemuda itu mengangguk tanda percaya. Guru Agama bertanya lagi, “Tunjukan pada saya wujud sakit itu!” “ Tak boleh”, jawap pemuda. “Itulah jawapan pertanyaan pertama: kita semua merasakan kewujudan Tuhan tanpa mampu melihat wujudnya.” Terang Guru Agama.
Guru Agama bertanya lagi, “Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya?”. “Tidak” jawab pemuda. “Apakah pernah terfikir oleh anda akan menerima sebuah tamparan dari saya hari ini?” “Tidak” jawab pemuda. “Itulah yang dinamakan Takdir” Terang Guru Agama.
Guru Agama bertanya lagi, “Diperbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar anda?”. “kulit”. Jawab pemuda. “Pipi anda diperbuat dari apa?” “ Kulit “ Jawab pemuda. “Bagaimana rasanya tamparan saya?”. “Sakit.” Jawab pemuda. “Walaupun Syaitan terbuat dari api dan Neraka terbuat dari api, jika Tuhan berkehendak maka Neraka akan menjadi tempat menyakitkan untuk syaitan.” Terang Guru Agama.
Raja Yang Rela Menjadi Tukang Kebun
Ibrahim bin Adham adalah seorang raja yang sangat besar kekuasaannya. Oleh kerana kehidupan yang mewah dan serba cukup tidak membawa ketenangan kepada jiwanya, baginda akhirnya memilih untuk hidup sebagai rakyat biasa dengan mengambil upah sebagai tukang kebun.
Kebun yang dijaga oleh baginda itu ada banyak pokok-pokok delima. Ia menjaga kebun itu dengan patuh dan rajin. Suatu hari datanglah tuan kebun itu dan meminta Ibrahim membawakan sebiji delima yang masak lagi manis kepadanya. Ibrahim pun segera ke pokok-pokok delima untuk mencari buah delima yang paling masak.
Apabila tuannya merasa delima tersebut, air mukanya berubah. Kemudian berkata: "Wahai Ibrahim tolong bawakan kepada aku sebiji delima yang lebih manis." Sekali lagi Ibrahim pergi mencari buah delima yang lain tanpa mengetahiu mengapa tuannya itu menyuruh dia membawakan sebiji lagi. Setelah buah yang diberikan kepada tuannya itu dimakan, dengan sepontan buah itu dibuang oleh tuannya itu.
Oleh kerana terlalu marah sebab buah yang dimakannya itu masih masam, ia pun berkata dengan suara yang keras: "Wahai Ibrahim! Hairan sekali aku melihat engkau. Sudah begini lama engkau menjaga kebunku, tidakkah engkau tahu yang masam dan manis?" Lalu jawab Ibrahim dengan suara yang lemah dan sopan: "Tuan, bukankah saya ini diamanahkan untuk menjaga kebun supaya sentiasa subur dengan buah-buahan, tetapi tuan tidak memberi keizinan kepada saya merasa buahnya." Betapa terkejutnya tuannya itu apabila mendengar jawapan tersebut. Tidak terduga sama sekali akan besarnya sifat amanah yang ada pada tukang kebunnya itu.
Kebun yang dijaga oleh baginda itu ada banyak pokok-pokok delima. Ia menjaga kebun itu dengan patuh dan rajin. Suatu hari datanglah tuan kebun itu dan meminta Ibrahim membawakan sebiji delima yang masak lagi manis kepadanya. Ibrahim pun segera ke pokok-pokok delima untuk mencari buah delima yang paling masak.
Apabila tuannya merasa delima tersebut, air mukanya berubah. Kemudian berkata: "Wahai Ibrahim tolong bawakan kepada aku sebiji delima yang lebih manis." Sekali lagi Ibrahim pergi mencari buah delima yang lain tanpa mengetahiu mengapa tuannya itu menyuruh dia membawakan sebiji lagi. Setelah buah yang diberikan kepada tuannya itu dimakan, dengan sepontan buah itu dibuang oleh tuannya itu.
Oleh kerana terlalu marah sebab buah yang dimakannya itu masih masam, ia pun berkata dengan suara yang keras: "Wahai Ibrahim! Hairan sekali aku melihat engkau. Sudah begini lama engkau menjaga kebunku, tidakkah engkau tahu yang masam dan manis?" Lalu jawab Ibrahim dengan suara yang lemah dan sopan: "Tuan, bukankah saya ini diamanahkan untuk menjaga kebun supaya sentiasa subur dengan buah-buahan, tetapi tuan tidak memberi keizinan kepada saya merasa buahnya." Betapa terkejutnya tuannya itu apabila mendengar jawapan tersebut. Tidak terduga sama sekali akan besarnya sifat amanah yang ada pada tukang kebunnya itu.
sharing_kisah klasikpart III
Walau masih banyak yang harus dilalui, yuk kita lewati
berbarengan satu – satu. Aku tau, ini gak semudah yang kita bayangin, tapi,
bukankah semuanya masih mungkin? Huamm… gak tau juga gue(lagi) ngomong apa .
Guys, beberapa waktu lalu ada dialog Babe n Me, gini nih :
u make me say BLST 4
LDR..
Babe: aku udah ambil keputusan may. It's d end. Aq gak bisa jauh dari istri. Dia disana, aku disini. Aku bakalan tergoda. Tapi? Wajar gak sih?
Me: kalo dibilang wajar sih, wajar be. Ya kalo digodanya sekali or 2 kali 3 sama dengan 6, lha kalo terus2an?
Babe: gak gak gak kuat gak gak gak kuat. . .hahaha. .
Me: dasar loe.. Buaya cap gayung. . Jadi be, kalo dia beside u, u bisa ngatasin godaan makhluk2 indah itu?
Babe: menurtku sih gtu...apalagi cewek nya model kayak aw. . Really sure.. G bakal tergoda. .hahaha (ketawa sambil guling2 di sirkuit)
Me: ish. .kurang adzar. . Aku juga gak bkal goda kau be.. Jijay bajaj ek3..
Babe: masa' sih? Akh masa' gak terbersit se upilpun? (ngerling2in mata)
Me:nggggaaa. . . .kk
Babe: hahaha. . .
Me: tapi be, kalaupn istrmu stay at home lha gt. .aw kan sering keluar kota. . Gak bakal tergoda tuh?
Babe: iya ya.. Apa obatnya coba may? Aku bisa terbuai ma makhluk yang satu ini. Aku tau dia terluka may. Tapi itu lebih baik. Karna kalo kondisinya kayak gitu, aku abkal nyakitin dia lebih lagi..
Me: cuman cintamu ma Allah obatnya be.. Cuman itu :)
babe: hmm. . Lu bener may..thax, remind me,again
me: gocap dulu. . Hehe
babe: dasar lu,.
Matre level 5..
Me: biarin,.
Babe: jadi ma dyia gimana may?..
Me: huamm kisahmu kenangku akannya,
babe: maksud loe?
Me: hnmm, . LDR emang gak gampang, tapi be, toh pacaran, bukan pernikahan. Bawa asyik aja. Gue, punya hati, punya cinta, punya cerita, gitu juga dia dan dia.
Babe: aku udah ambil keputusan may. It's d end. Aq gak bisa jauh dari istri. Dia disana, aku disini. Aku bakalan tergoda. Tapi? Wajar gak sih?
Me: kalo dibilang wajar sih, wajar be. Ya kalo digodanya sekali or 2 kali 3 sama dengan 6, lha kalo terus2an?
Babe: gak gak gak kuat gak gak gak kuat. . .hahaha. .
Me: dasar loe.. Buaya cap gayung. . Jadi be, kalo dia beside u, u bisa ngatasin godaan makhluk2 indah itu?
Babe: menurtku sih gtu...apalagi cewek nya model kayak aw. . Really sure.. G bakal tergoda. .hahaha (ketawa sambil guling2 di sirkuit)
Me: ish. .kurang adzar. . Aku juga gak bkal goda kau be.. Jijay bajaj ek3..
Babe: masa' sih? Akh masa' gak terbersit se upilpun? (ngerling2in mata)
Me:nggggaaa. . . .kk
Babe: hahaha. . .
Me: tapi be, kalaupn istrmu stay at home lha gt. .aw kan sering keluar kota. . Gak bakal tergoda tuh?
Babe: iya ya.. Apa obatnya coba may? Aku bisa terbuai ma makhluk yang satu ini. Aku tau dia terluka may. Tapi itu lebih baik. Karna kalo kondisinya kayak gitu, aku abkal nyakitin dia lebih lagi..
Me: cuman cintamu ma Allah obatnya be.. Cuman itu :)
babe: hmm. . Lu bener may..thax, remind me,again
me: gocap dulu. . Hehe
babe: dasar lu,.
Matre level 5..
Me: biarin,.
Babe: jadi ma dyia gimana may?..
Me: huamm kisahmu kenangku akannya,
babe: maksud loe?
Me: hnmm, . LDR emang gak gampang, tapi be, toh pacaran, bukan pernikahan. Bawa asyik aja. Gue, punya hati, punya cinta, punya cerita, gitu juga dia dan dia.
Babe: jadi intinya?
NIKAH! (Babe n Me
barengan) hahhahahay….
Babe: jadi kapan?
Me: taon depan insyaAllah..
doain ya Be..by the way any busway gak
away away, calonnya siapa ya be?
Babe: jiahh, mau nikah
tapi calon kagak jelas. Kayak gue dong.
Me: apa?
Babe: belum ada juga. Hahahaha
Me: ghrrrrrhhh…
Babe: Eh, siapa itu?kasti? dimana sih?
Me: ada dech… yang
pasti, di hati gue…
Babe:
gubrakprakprakprak…hmmm..sok kreatif, kasti..apaan tuh ..bola kasti?
Me: ihh biariiinnn,
emang kreatif koq :P, dari pada ‘yank, cinta, honey, kanda-dinda, darling(emang dadar guling?), bang
(bang becak)…biasaaaaa….
Demikianlah cerita gak penting tersebut berlangsung. Kasti,
belum tau ya siapa dia?...hahahay….untuk cerita selanjutnya dia bakal sering muncul
juga, selain babe, raza, berondong
pesenyum manis, echa, bebek, dan AKU(balik aku).
Kasti? Bola kasti? Nah lho mulai bertanya-tanya kan? Ngaku dech?
Iya kan? He’eh kan?
Okey dari pada lu
mati pemanasan mending gue jelasin dengan panas..hohoho
Hmmmm…
KASTi.. apa tuh ya? siapa tuh ya?(mendadak amnesia)..
Langganan:
Postingan (Atom)