Selasa, 30 November 2010

pikiran didalam pikiran

berkhayal pada pemikiran yang entah kemana
mengarak ia mengudara
tak bisa diam begitu saja
terus bekerja; berfikir!
darimana datnagnya ini?
aku hanya mengikuti
walau kadang ini mengerti aq; idiot
percuma aku mengelaknya
ia terus datang..tumbuh..dan berkembang..

Senin, 29 November 2010

Sayidina Ali dan Peminnta sedekah

Siti Fatimah, isteri Saiyidina Ali didatangi seorang peminta sedekah. Ketika itu Saiyidina Ali mempunyai 50 dirham. Setelah menerima wang, pengemis itu pun balik. Di tengah jalan, Saiyidina Ali bertanya berapa banyak yang diberi oleh Saidatina Fatimah. Apabila diberitahu 25 dirham, Saiyidina Ali menyuruh pengemis itu pergi sekali lagi ke rumahnya. Pengemis itu pun pergi dan Fatimah memberikan baki 25 dirham kepada pengemis itu.

Selang beberapa hari, datang seorang hamba Allah berjumpa Saiyidina Ali dengan membawa seekor unta. Orang itu mengadu dalam kesusahan dan ingin menjualkan untanya. Saiyidina Ali tanpa berlengah menyatakan kesanggupan untuk membelinya, meskipun ketika itu dia tidak berwang. Dia berjanji akan membayar harga unta itu dalam masa beberapa hari.

Dalam perjalanan pulang, Saiyidina Ali berjumpa dengan seorang lelaki yang ingin membeli unta itu dengan harga yang lebih tinggi daripada harga asal. Saiyidina Ali pun menjualkan unta itu kepada orang itu. Setelah mendapat wang, Saiyidina Ali pun menjelaskan hutangnya kepada penjual unta.

Beberapa hari kemudian, Rasulullah s.a.w. berjumpa Saiyidina Ali lalu bertanya "Ya Ali, tahukah kamu siapakah yang menjual dan membeli unta itu?" Apabila Saiyidina Ali mengatakan tidak tahu, Nabi menerangkan yang menjual itu ialah Jibril dan yang membelinya ialah Mikail.


Moral & Iktibar

Allah membalas atau memberi ganjaran berlipat ganda jika kita menolong orang yang dalam kesusahan.
Memberikan bantuan kepada orang yang susah merupakan satu aset yang balasannya akan diterima di dunia lagi.
Berikanlah bantuan kepada orang yang berada di dalam kesempitan kelak Allah akan melepaskan kita semasa kita berada dalam kesusahan.
Keyakinan kepada balasan baik Allah merangsang kita untuk melakukan amalan dan kebajikan dengan lebih banyak.

satu amalan nilainya syurga

Di padang Mahsyar segala amalan manusia ditimbang oleh Allah. Mana yang lebih banyak pahala dimasukkan ke syurga sementara yang berat timbangan dosa dihumban ke neraka. Seorang hamba Allah didapati kurang satu amalan (mata) saja untuk melayakkan dia masuk ke syurga. Jika mengikut perkiraan, dia adalah calon neraka tapi Allah Maha Penyayang akan hambanya. Allah memerintahkan orang itu mencari satu lagi mata untuk melayakkan dia ke syurga. Puas dia merayau dan mengemis dari seorang ke seorang untuk mendapatkan satu kebajikan saja namun hampa. Masing-masing memerlukan walau satu kebajikan. Kesemuanya mengatakan nasib mereka belum menentu, bagaimana hendak memberikan satu pahala.

Namun dia tidak berputus asa. Akhirnya berjumpa dengan seorang hamba Allah yang bersimpati dengannya. Dia mengatakan hidupnya bergelumang dengan dosa dan sepanjang hidupnya hanya membuat satu kebajikan saja. Padanya satu pahala itu tidak membawa sebarang makna, kerana menyangkakan dia akan masuk ke neraka akhirnya. Oleh sebab simpatinya kepada orang itu, dia memberikan satu pahala itu kepadanya. Dengan gembira yang tidak terhingga dia kembali menghadap Allah membawa pahala tersebut. Dia menerangkan apa yang berlaku. Oleh sebab sikap penderma yang pemurah itu, Allah menyuruh orang itu mencari penderma berkenaan untuk dimasukkan bersamanya ke dalam syurga.


Moral & Iktibar

Allah bersifat dengan AR-RAHIM .
Jangan remehkan kebajikan walaupun hanya amalan sunat.
Satu kebajikan amat berat timbangan di sisi Allah Satu amalan boleh meletakkan diri sama ada syurga atau neraka.
Di padang mahsyar semuanya nafsi-nafsi; masing-masing mau melepaskan diri dari azab yang pedih.
Orang yang pemurah akan dirahmati Allah yang bersifat dengan Pemurah.
Penghakiman di akhirat amat teliti serta berlandaskan keadilan yang hakiki.

kisah hakim yang bijak

Pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Abdul Aziz, Iyas bin Mu’awiyah al-Muzanni diangkat menjadi Qadhi (hakim) di Bashrah. Beliau terkenal sebagai hakim yang cerdas.



Alkisah tersebarlah berita tentang kecerdasan Iyas, sehingga orang-orang berdatangan kepadanya dari berbagai penjuru untuk bertanya tentang ilmu dan agama. Sebagian ingin belajar, sebagian lagi ada yang ingin menguji dan ada pula yang hendak berdebat kusir.



Diantara mereka ada Duhqan (seperti jabatan lurah di kalangan Persia dahulu) yang datang ke majelisnya dan bertanya:



Duhqan: “Wahai Iyas bin Mu’awiyah, bagaimana pendapatmu tentang minuman yang memabukkan?



”Iyas: “Haram!



”Duhqan: “Dari sisi mana dikatakan haram, sedangkan ia tak lebih dari buah dan air yang diolah, sedangkan keduanya sama-sama halal.



”Iyas: ”Apakah engkau sudah selesai bicara, wahai Duhqan, ataukah masih ada yang hendak kau utarakan?



”Duhqan: ” Sudah, silahkan bicara!



”Iyas: ”Seandainya kuambil air dan kusiramkan ke mukamu, apakah engkau merasa sakit?



”Duhqan: ”Tidak!



”Iyas: ”Jika kuambil segenggam pasir lalu kulempar kepadamu, apakah terasa sakit?



”Duhqan: ”Tidak!



”Iyas: ”Jika aku mengambil segenggam semen dan kulemparkan kepadamu, apakah terasa sakit?



”Duhqan: ”Tidak!



”Iyas: ”Sekarang, jika kuambil pasir, lalu kucampur dengan segenggam semen, lalu aku tuangkan air di atasnya dan kuaduk, lalu kujemur hingga kering, lalu kupukulkan kekepalamu, apakah engkau merasa sakit?



”Duhqan: ”Benar, bahkan bisa membunuhku!



”Iyas: ”Begitulah halnya dengan khamr. Disaat kau kumpulkan bagian-bagiannya lalu kau olah menjadi minuman yang memabukkan, maka dia menjadi haram.



”Sumber: Mereka adalah tabi'in, oleh: Dr. Abdurrahman Ra’fat Basya, hal. 70-71

belum tentu kau lebih baik

kenapa mereka menjelekkan nya?
padahal mereka belum tentu lebih baik darinya?
kau tidak tau apa2 tentangnya
diamlah...
itu lebih baik!
Jangan berkata yang ilmunya tak berpunya olehmu
itu bisa menghancurkanmu
cobalah mengerti terhadap sesuatu yang berbeda
jamah ia dengan hati
bukan pikiran dangkalmu itu!
mulailah melihat dengan sudut pandang yang berbeda, kawan..

Epilog GALA page 2

***Jakarta
hari ini ada anak pindahan dari Bali. Cakep sich. Tapi...sumpahh dech....sok BGT. apalagi senyum playboy nya itu...idih...EEiittss..inget Ella jangan benci gitu. dia makhluk Tuhan juga lagi... hhmmm..namanya Arga. kata temen2 ni anak tajir gila. Whatever about arga. i just want Kala....(hihi)..

"La, cakep juga tuh."
"Iya sich sif..tapi ..gak mirip KalaQ.."
"Idih, masih ngarep Kala khayalan lo tu La?..Syaraf lu"
"hehhe...Kalo gak syaraf bukan Ella Aprrillia gitu lho"
"Huuuu.....susah nie punya temen gila"
"Hakhakhak".....
"Tapi..bneran La...cakep gila..seandainya..."

"Inget Dimas sif...inget.."
"yeee..lirik2 dikit gpp juga X La"
"dikit?..lha wong lu liatin dya dari depan ampe blkang juga"
"yang ada tuh dari atas ampe bawah La...lumayan La..buat cuci2 mata..hihi"
"Hmm...iya juga sich..hahay..."
***
I"m Coming Jakarta...........
Nyampe juga di Jakarta. Hmmm... sekolah baru. lumayan juga anak2nya. Asyik2.. Cewek cantiknya juga bnyak. denger - denger ada 5 bintang sekolah yang asoy geboy.
tiga dah w liat..tinggal dua lagi..mantaps...
di sekolah...tetep banyak sich yg ngelirik2 w di+ lagi mereka tau w tajir. hmmm dasar cewek...MATRE..

Yg laen pada pengen kenalan ma w tapi yang satu itu koq cuek banget sich. cuman senyum doank. pa dia gak liat w yang tampan rupawan ini? dah buta X...hihihi...

orang2 pada pengen ke Bali..lha gue? malah ninggalin Bali..tapi gpp juga..ganti suasana...

Hmm..koq kepikiran cewek itu ya?. tampangnya sich biasa aza. tapi kenapa?... bodo' Ah..

To be continued.......

Minggu, 28 November 2010

Epilog GALA

Jam berdetak 12 kali. Teng…tteng…teng…teng..teng…teng…..teng…teng teng teng teng teng . aku terbangun dari lelapku. Fiuhh, gerah malam ini. Tapi, mana dia? Kala, dimana Kala?. Huhh..ternyata hanya mimpi. Apakah aku terlalu mendamba? Sampai kuciptakan sendiri tokoh impianku? Tapi, aku benar-benar ingin seeorang itu. Kala, ya..tokoh khayalan yang selalu aku bayangkan sebelum aku tercebur kealam mimpiku. Malam ini pun aku kembali memimpikan sosok itu. Ah! Apa yang harus kulakukan? Ingin kutepis khayalan-khayalan konyol ini. Tapi, aku tak bisa memungkiri kalau aku benar-benar menginginkan sosok itu hadir di kehidupanku. Kala, cowok misterius tapi baik, cerdas, dewasa tapi asyik diajak bercanda, apalagi didukung tampang yang bisa membuat para kaum hawa terpesona. Mungkin ini terlalu perfect tapi, setidaknya 80% dari yang kuinginkan, ada!.
Malam ini aku terlalu cepat memejamkan mata dan sekarang, I can’t close my eyes more. Kulirik mukenah disebelah. Ku ambil wudhu, kuputuskan mengadu pada yang Esa.
=== Di sekolah
“Pagi semua!. Hari ini kita ulangan.”
“huuuuuuuuuuuu”. Sontak semua murid berseru menolak.
Ya, fenomena yang dekat dengan kita bukan? Para murid. Selalu elergi dengan kata ULANGAN. Mendadak pula!. Di kelasku, mungkin hanya aku yang menyukai kata uLANGAN ini karena aku termasuk siswi yang kegemarannya nggak lain and nggak bukan BELEJAR!. Eiitts, tapi rumus ini hanya berlaku untuk dua mata pelajaran saja. Bahasia Indonesia And English.
“La, gimana ulangan tadi? Sukses?”Tanya sifa, teman seperjuanganku.
“sukses dong!”
“sukses apa ni sekarang? Curigation aku!”
“ Sukses Gagalnya. Hahahahaha”.
“hahahaha ,Dasar Ella duduls!”
Gelak tawa kami pun membahana di seantero kelas. Jelas saja aku gagal mata pelajaran yang gak ada ceritanya, soalnya singkat dan Angka adalah isinya, menyebalkan!
Bel pulang sekolah menggema. Seantero penduduk sekolah sibuk menyiapkan diri untuk balik ke home masing-masing.
“La, aku duluan ya. Udah ditunggu soalnya.”Sifa said.
“Ok dech, take care ya”.
Ya, sebulan yang lalu Dimas menyatakan unek-unek dihatinya ke sifa. Dan jadilah mereka sepasang kekasih yang saling mengasihi.^_^
“La, mau bareng nggak?” Ajak agus teman sekelasku.
“Thanks Gus. Aku mau mampir ke toko buku dulu dech kyaknya.”
“Ow…yo wes lah. Agus nan ganteng ini duluan ya”.
“ganteng, genteng kali?”
“Hahahaha…….” tawa kami bersamaan.
Kulangkahkan kaki keluar lingkungan sekolah menuju halte bis tempat aku biasa menunggu kendaraan idolaku.
“Assalamualaikum”
“Waalaikumsalam”
“La, koq jam segini baru balik, nyerong kemana?”Tanya my beloved mom.
“Mampir ke toko buku dulu tadi bun.”
“Udah makan La?”
“belum ni bun”.
“ya udah ganti baju sana, terus makan siang? Kamu gimana sih La, jam segini belum makan siang.Nanti kalau mag kamu kambuh gimana? ”.
Aku beringsut kekamar dan jawaban dari pertanyaan bunda untuk soal yang satu ini tak pernah kuhiraukan. Bener sich kata bunda kalau nanti mag ku kambuh aku bakalan repot, apalagi bunda. Ya,mau gimana lagi kalau udah ke toko buku aku suka lupa waktu. ^_^

==sementara itu, di kehidupan yang lain…===
“Bro, lu jadi ikut balapan kan?”
“Yo’I la sob. “
“Ga, lu kok gak kapok2?bolak balik masuk rumah sakit, patah dimana-mana masih tetep aja lu nekad balapan lagi”
“Heh yu, lu koq jadi cerewet ?kayak nyokap gue aza lu! Atau lu sekarang mau, jadii nyokap gue?”
“Ish. Najis eke bo’ jadi nyokap lo”
hAhAhAhA….mereka bersamaan.
“bisa aja lu rul, cabut yuk”
Balap Liar . Itulah hobi Arga Perdana. Untuk kaula muda, ini sich kesenangan yang sering dilakukan tapi bagi gue, Arga! Ini merupakan bentuk pelampiasan emosi gue yang kalau nggak gue salurkan akan menambah daftar dibuku hitamku. Dari narkoba dan jadi pemasoknya pun pernah gue lakuin. Tapi sekarang, gue lebih memilih balapan. Karena, kalau ingin rusak ya rusak aja, jangan libatkan orang lain, pikirku sok dewasa.(bukannya balap liar itu juga ngebahayain orang lain ya???)
Seperti biasa hari ini gue balapan bareng si Lara. Satu- satunya dari koleksi pacar milikku yang berani duduk dibelakangku untuk beradu kecepatan dan menembus angin di sepersekian detik. Lara Pacarku di hari Kamis. Sorry sob, dengan tampang cakep + tajir , dengan mudahnya kutaklukan para kaum hawa itu. Perselingkuhan kulakukan dimana-mana. Nggak punya hati? Ada dong kalau gak, udah mati kali gue.
Hari ini hari terakhi gue di Bali. Bokap bakal pindah tugas sementara di Jakarta sekaligus ngurus kerjaan bokap yang baru. Dia bakal jadi diplomat di Inggris untuk Indonesia. Kemungkinan nyokap bakalan ikut bokap pindah,. Dan gue, sampai detik ini belum mutusin apa-apa. Seminggu ini yang gue lakuin cuman menghabiskan uang bokap buat pacaran. Gue pikir Gak ada salahnya nikmatin sisa hari di Bali bareng cewek-cewek cantik Bali. Lisa, Mili, Sarah, Lara, Fani, Sheila, and Vira. Daftar nama pacar gue yang di urutin dari hari senin ampe minggu.
Gue bener-bener nggak bisa liat cewek cantik. Makhluk Tuhan ini bener-bener sangat indah dan jumlahnya? Nggak dikit bro. Sayangkan kalau dianggurin. Dari pacar-pacar gue itu gue masih juga selingkuh. Mulai dari lirikan mata, ampe kemana-mana. Ya, jurus-jurus yang gue punya pun gue keluarin dech buat naklukin makhluk paling indah itu. Cap playboy pun telah melekat erat di gue.
Ok dech Bro hari ini cukup ya. BYE Diary.
Gue shutdown dech laptop gue tercinta. Aneh memang, cowok punya Diary. Tapi kebiasaan ini hanya Arga Perdana yang tau. Prepare buat balap terakhir di Bali diurusin ma si Bayu. Ngapain lagi ni Gue. Enaknya ngapain ya? Gangguin sich Mei ah.
Mei, tetangga yang amat sangat malu bin pendiem. Gue suka godain dia soalnya pipi merahnya itu lho kalau lagi malu..ckckckck…
Kulangkahkan kaki ke rumah sebelah. Kutekan Bel dan…..
“Maaf tante ganggu. Mei nya ada tan?”
“Oh, Arga. Masuk-masuk. Mei ada tuch dikamar. Sebentar ya tante panggilin”.
“Mei, ada Arga tuch.” Teriak tante ira kekamar Mei.
“hai Mei”sapaku
“hai juga Arga” jawabnya malu-malu
“Gak kemana-mana nech?”
“Nggak”
“kamu kayaknya beda Mei malam ne?”(kalau ngomong ma Mei, ilang tuch lu, Gue. Katanya kurang sopan kalau pake sapaan itu)
“Beda apanya?”
“ apa ya.. Ada sesuatu didiri kamu yang buat kamu lebih gimana gitu”
“Gimana, gimana?”
“Hmmmm, kamu terlihat natural and cantik!”
Dan…reaksi yang kutunggu-tunggu muncullah kepermukaan. Pipinya merona!
“hhmmmm, di luar cuacanya kayaknya bagus, Mei. Bakal lebih bagus lagi kalau senyum kamu mengiasi itu semua”
Sekali lagi pipi itu merona dan, Senyum tipis pun tampak terlihat diwajahnya.
“Kita jalan yuk?”. Ajakku tanpa basa-basi.
“kemana?”
“ya kemana aja” jawabkau sekenanya
“Yuk!Mei, ganti baju dulu ya.
Tuenggggg! Mati Gue! Gak biasanya ni anak mau gue ajak keluar. Sekarang Mati dech Gue. Dua jam lagi balap dimulai. 1 jam sebelum balapan gue harus kerumah bayu dulu lagi. Biasa,buat pengecekan terakhir motor Gue. Gimana nech?....(gelisahku dalam hati)
Buru-buru panggil mei.
“Mei…”
“ya?” mei mengehentikan langkahnya.
“Jalan-jalannya besok aza gimana? Soalnya aku harus pergi sekarang. Aku baru ingat kalau ada janji ma temen. Gak pa pa ya?..besok?”
“ya udah gak pa-pa”.
“thanks ya, aku pamit ya, salam ma mama kamu bye”.
Balapan kali ini cukup banyak yang ikut. Ada 6 orang. Tapi, yang jadi juara tetep guelah, Arga Perdana nan ganteng ini.hohohoho.
To be continued……………

pesan tersirat

mengalun nada yang tak pernah terdengar oleh q
menerawang makna yang mungkin kau cerna
bersama sunyi yang menghampiri
ia bisa menjelma jadi yang kau pinta
namun, kenapa pikirmu tak mengerti juga?
cobalah dengan hati
pikirmu terbatas, sayang
bersabarlah dan cobalah artikanya
kau kan temukan yang tak pernah kau duga

Sabtu, 20 November 2010

hati

perkiraan hati yang jarang setia
ia berpindah sesukanya
padahal sudah berharap berpunya
tapi Ia yang mengatur segalanya
berpasrah saja, walau kadang tak rela
tapi inilAH penghambaan seorang hamba
yang semua bergantung padaNya